Sabtu, 19 November 2011

Lautan Tangis Gaza

Dentuman gemuruh bom, tank yang menggelegar di tanah Gaza.Tangisan jeritan yang menggema di sudut sudut jalanan dan kota sangat membuat hati tersentak dan menangis. Bagaimana tidak, anak-anak yang tidak berdosa dan tidak mengerti apa yang mereka hadapi harus menjadi korban kekejaman yang tak berkemanusiaan. ANAK ANAK yang seharusnya bisa bermain,melihat indahnya pelangi di pagi hari harus dihadapkan pada luncuran-luncuran bom dan meriam!


Malam yang seharusnya penuh dengan bintang-bintang indah,tapi yang terlihat adalah LUNCURAN CAHAYA UNTUK MEMBUNUH !!
Bagaimana kita melihat itu semua kawan? bagaimana dengan saudara kita disana?
Sadarkah kita kawan kawan? apa yang kita dapatkan sudah sangat lebih dari mereka yang ada di Gaza !!
Dibalik meja makan kita bisa makan dengan enaknya dan mendapatkan yang kita inginkan!
tapi di Gaza ? yang terlihat hanya bangunan yang hancur dan rata dengan tanah...apa yang mereka makan?
Bayangkan kita yang bisa berjalan dengan wajah tersenyum, tapi di Gaza wajah muram,tangisan,rintihan memenuhi kota teman..
Anak-anak di tanah gaza menangis mencari orang tua mereka yang ternyata tak bernyawa lagi !
Darah yang menghiasi sudut kota dan jalanan membuat hati miris untuk melihatnya kawan....
gedung-gedung yang digunakan untuk berlindung pun luluh lantak menjadi hamparan puing-puing...
dan disaat orang-orang sedang beribadah menenangkan hati untuk menyembah ALLAH,luncuran meriam diserukan..seketika bangunan yang berdiri kokoh pun hancur beserta orang-orang yang sedang berdoa...
Lihatlah kawan,kilatan cahaya menyelimuti gaza..blokade-blokade membelenggu mereka...tidak ada jalan selain berlindung dipuing bangunan,selain menangis...
para wanita tak luput dari kekejaman...
 

Kita lihat wajah mereka... tetesan air mata mereka tlah mengguncang gaza,kobaran api membakar gedung-demi gedung..Semangat mereka tak mati disitu kawan, sampai titik darah penghabisan mereka tetap majhu untuk mempertahankan negara mereka tercinta.
Sedangkan para penguasa dan petinggi hanya saling menyalahkan satu dengan yang lain..mereka hanya duduk dan menonton dari layar televisi...
Thank kehancuran tlah datang disiang dan malam...siap tuk membantai tanah gaza...





Hela nafas trakhir mereka tlah mereka persembahkan untuk Gaza tercinta